Field trip yogyakarta

BERANGKAT MENUJU YOGYAKARTA

 Pada hari selasa tanggal 21 febuari 2023, saya dan teman teman saya berkumpul di stasiun Bekasi kota pukul 19.00. setelah semua berkumpul kami diberikan makan malam dan tiket kereta yang akan kami naikan nanti.

Setelah itu kami makan malam dan bersiap siap untuk menaiki kereta sebelum naik ke kereta kami di periksa kelengkapan terlebih dahulu agar tidak salah nanti saat duduk di kereta, setelah diperiksa kami diperbolehkan oleh security untuk menaiki kereta dan duduk dibangku yang telah dipesan.

Kami mengendarai Kereta Api Exsecutive Taksaka menuju Yogyakarta, kereta berangkat pukul 21.30. Kami akan menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam lamanya.

Hingga tiba saatnya yang ditunggu tunggu pada pukul 03.30 kami sampai di stasiun Tugu Yogyakarta, setelah sampai kami langsung turun dengan barang barang bawaan dan bergegas untuk solat subuh. Pada pukul 05.00 kami menunggu jembutan untuk diantar sarapan dan bersih bersih karna kami akan pergi membatik di Giriloyo.















MEMBATIK DI GIRILOYO

Pada tanggal 22 febuari 2023, pada pukul 03.30 kami tiba di satsiun Tugu Yogyakarta lalu solat subuh dan dijemput untuk sarapan dan bersih bersih lalu pada pukul 07.00 kami menuju giriloyo dan tiba disana pukul 08.00.

Setibanya disana kami dijelaskan bagaimana sejarah membatik, berikut saya akan menjelaskan sedikit sejarah membatik. Asal muasal batik Yogya berawal pada tahun 1755 waktu kerajaan Mataram terbagi dua berdasarkan Kesepakatan Giyanti. Anak Sang Raja atau Pangeran Mangkubumi memanggul banyak kain batik yang berasal dari Kasunanan Solo ke kerajaan barunya, yakni Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat. Seni batik sudah menjadi cara hidup di Yogyakarta. Oleh sebab itu, layaklah Yogyakarta dinamai sebagai kota batik.

Batik Jogja tumbuh di dalam wilayah kerajaan. Sejumlah putri keraton didukung oleh sejumlah abdi dalem yang menciptakannya. Pengguna batik di wilayah kerajaan tambah banyak, sampai seiring pertumbuhan jaman, budaya membatik menjalar keluar dari wilayah kerajaan. Ada sebanyak 400 macam batik Yogya. 350 jenis sudah dipatenkan. Motif yang banyak ini membuktikan bahwa batik di Jogja sangat menarik untuk menjadi cagar budaya. Contoh motif batik Jogja yang klasik contohnya yakin motif parang, motif bunga, motif satwa, motif tumbuhan air, motif tumbuhan menjalar, motif geometri, motif banji.

Selain dijelaskan sejarah membatik, kami juga dituntun untuk membuat batik dengan berbagai cara. Cara cara membuat batik sendiri yaitu, mencanting, mewarnai, dan melorot sehingga akan menjadi batik.

Setelah itu kami diajak ke pondok untuk mempraktikan membuat batik sendiri dengan karya kami masing masing.


OMAH KECEBONG

 

Berlokasi di Dusun Sendari, Cebongan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Omah Kecebong menawarkan berbagai kegiatan wisata yang kembali ke alam, mulai dari membajak sawah hingga berkeliling menggunakan gerobak sapi. Sebagai destinasi wisata yang asri, Omah Kecebong mengajak para pengunjung lebih mengenal budaya Jawa dan alam melalui kerjasama dengan warga sekitar.

“Kami mengusung konsep perkampungan budaya Jawa dengan mengoptimalkan apa yang ada dan yang berpotensi di sekitar desa ini,” kata Jono, salah satu tim operasional Omah Kecebong.

Kegiatan unggulan Omah Kecebong antara lain membajak sawah, menanam padi, membatik, memakai busana adat Jawa, dan berkeliling desa dengan gerobak sapi. Saat ini terdapat 50 gerobak sapi yang siap melayani para pengunjung. Harga paket wisata di Omah Kecebong mulai dari Rp 255.000,-per orang hingga Rp 475.000,-per orang.

Selain memberdayakan warga sekitar, Omah Kecebong ingin mengangkat nilai dan nama dari Dusun Sendari sampai ke luar negeri. “Tujuannya supaya warga di sini dapat menjual potensi yang ada pada mereka, terutama UMKM dan komunitas organisasi,” kata Jono.

Salah satu kegiatan berbudaya membatik di Omah Kecebong adalah dari warga sendiri, yaitu UMKM Batik Mekar Lestari yang merupakan binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman.

“Selain menjual batik, kami juga mengedukasi pengunjung untuk dapat membuat batik. Kami memiliki batik cap kombinasi dan batik tulis,” kata Harianti, pengelola Batik Mekar Lestari di Omah Kecebong.

Rumah budaya ini tak sepi pengunjung. Pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. “Senang berkesempatan berlibur ke Yogyakarta, suasananya sejuk dan segar. Terasa sekali budaya Yogya-nya. Kami bisa mencoba memakai baju adat Jawa juga,” tutur Dea, pengunjung asal Jombang. Omah Kecebong didirikan pada tahun 2015, perkembangannya pesat dengan banyaknya turis internasional maupun turis lokal yang berkunjung. “Pengunjung tampak senang. Kegiatan seperti membajak sawah, menanam padi, dan lainnya merupakan hal baru bagi mereka,” kata Jono.

Restoran dan penginapan di Omah Kecebong ini menjadi salah satu pendukung kegiatan berbudaya di Omah Kecebong. “Ketika orang luar kota ingin berkegiatan dan tidak ingin bermalam di luar, kami akomodir,” kata Jono. Dengan memiliki konsep unik dan segmentasi tersendiri, Omah Kecebong memiliki pola sendiri dengan kegiatan yang telah dirancang dan menjadi salah satu pionir rumah budaya di Yogyakarta.


Pada pukul 11.00 kita meninggalkan Giriloyo Setelah membatik kita menuju resto bumi langit untuk makan siang disana Makanan di resto bumi langit enak sekali. Setelah makan kita sholat dzuhur dulu di resto bumi langit abis sholat kita meningalkan Resto bumi langit pukul 13.00 dan kita menuju OMAH KECEBONG. Tibanya di Omah kecebong pada pukul 14.00 kita di berikan minuman beras kencur Setelah kita minum beras kencur kita di ajak foto foto di taman omah kecebong abis foto foto itu kita di ajak main TEAM BULDING/FUN GAME

Didalam fun game ituu ada 4 permainan Yang pertama kita memainkan game lempar dadu. Nahh cara mainya tuh kalo kalian mendapatkan angka 4 kalian maju empat Langkah namun kalo kalian dapet angka 3 dan 6 kalian di suruh mundur 3 atau 6 langkah jadi di sini kita di tes kehokian kita. Ada juga peraturanya kita harus memegang Pundak teman kita kalo terlepas kita harus mundur di tempat lepasnya pegangan Pundak temen kita jadi kita ga boleh terlepas dari pegangan pundak teman kita.

Yang kedua kita di ajak main game yang orang paling pertama di suruh memakai caping yang udah di pasangkan pengait buat bisa nyangkut di gantungan talinya jadi tuh,

orang pertama ga boleh liat gantungan talinya jadi yang kasih tau orang kedua di situ harus melatih kesabaran dan Kerjasama

Yang ketiga kita di ajak main game uno stacko kayu cara main gamenya tuh kita di suruh mengambill balok kayu dari Gedung stacko kayunya, di balok kayu itu di kasih nomer jadi nomer itu adalah point buat kelompok kita yang berhasil mengambil balok kayu itu jadi kita di suruh banyak banyakan point buat menang Tapi kalo Gedung stacko kayunya jatuh point kita di kurangin 30\50% jadi kita harus berhati hati buat mengambilnyaa. Kita di suruh ngambilnya menggunakan satu tangan saja.

Yang keempat Kita di ajak main game tebak tebakan kata dari moderatornyaa kaya “dalam sekolah ada berbagai KELAS” nahh di situ kita di kasih huruf huruf gituu hurufnyaa ada S E M A R K U B I S di situ kita kalo bisa menjawab kita di kasih point. Kalo kalian bisa menang dari setiap gamenyaa kalian di kasih hadiah ga tau hadiahnya apaa soalnya kita ga di kasih hadiah apa apa. 






                               LAVA TOUR

 

Setelah dari Omah Kecebong  kami pulang ke hotel untuk istirahat dan makan malam karna besok pagi pukul 08.00 kami akan pergi ke Kaliurang untuk mengadakan lava tour, pada pagi hari pukul 07.00 kami semua pergi untuk sarapan dulu setelah itu kami pergi menuju ke Kaliurang, dan akhirnya pada pukul 09.00 kami tiba di Kaliurang, setibanya kami disana kami langsung di ajak mengadakan lava tour dengan menaiki mobil JEP untuk pergi ke museum mini sisa hartaku,lost world dan castle park serta lintasan air.


Obyek wisata “Lava Tour” merupakan tempat objek wisata yang terletak di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta. Tempat wisata ini memberikan sensasi berbeda dari wisata pegunungan yang lain, karena kita bisa menikmati udara sejuk pepohonan rindang, dan suasana hening. Tempat wisata ini juga merupakan bumi perkemahan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti warung-warung permanen, bascamp pendakian merapi, area untuk perkemahan serta disediakan rute perjalanan. Lava Tour yang memudahkan pengunjung untuk melihat eksotisme merapi dari dekat sehingga menjadikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Terjadinya letusan merapi pada tahun 2010 Lava dan meterial meluluhlantahkan tempat ini akibat terjangan awan panas. Rumah-rumah hancur, gardung pandang tinggal puing-puing, alam yang dulunya hijau dan rimbun mati oleh sisa-sisa material menjadikan tempat ini bagaikan hamparan pasir bercampur dengan debu dan bebatuan lava

Akibat Erupsi Merapi


Erupsi yang terjadi mengakibatkan kawasan ini tidak beraturan lagi. Namun demikian peluang untuk mengoptimalkan Lava Tour masih terbuka karena saat ini pengunjung masih tertarik untuk mengetahui kondisi terkini, khususnya lokasi bekas mbah Maridjan yang sangat terkenal. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan pengembangan lebih lanjut karena kondisi saat ini tidak akan bertahan lama tanpa adanya fasilitas dan konsep yang memadai sehingga dibutuhkan pembenahan tata ruang dan pengolahan Lava Tour di daerah gunung merapi untuk meningkatkan potensi pariwisa yang sempat lumpuh beberapa waktu lalu.

Bekas Rumah Mbah Maridjan


Kenangan-kenangan semasa Maridjan masih hidup muncul kembali saat menyaksikan rumah tersebut sudah rata akibat terjangan awan panas yang membenamkan rumah juru kunci Merapi itu. Sebelum Merapi meletus pada 26 Otober lalu, rumah Mbah Maridjan yang berada di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulhardjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman ini dipakai sebagai tempat berkumpulnya para pecinta alam, tim SAR, hingga orang yang ingin tirakat di Merapi


                        ULLEN SENTALU

 

Setelah dari lava tour, kami pergi untuk makan siang di Molorejar sehabis itu kami akan pergi ke Ullen Sentalu. Pada pukul 13.00 kami tiba di Museum Ullen Sentalu, disana kami dijelaskan tentang sejarah Ullen Sentalu.

Museum Ullen Sentalu didirikan oleh pemerintah Jogja yang diprakarsai oleh keluarga Haryono dan Yayasan Ulating Blencong. Nama Ullen Sentalu yang disematkan pada museum ini adalah singkatan dari sebuah pepatah Jawa yakni Ulating Blencong Sejatining Tataraning Lumaku. Falsafah ini mempunyai arti nyala lampu blencong sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan. Harapannya dengan adanya museum ini dapat menjadi pengingat bagaimana jati diri bangsa dan budaya yang ditanamkan oleh kerajaan Mataram dulu. Museum ini selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 1997 oleh KGPAA Paku Alam VIII. Sejak peresmiannya tersebut, destinasi wisata ini mulai ramai dan menjadi salah satu tempat wisata terkenal di Jogja. Letak museum ini berada di atas ketinggian daerah pegunungan Sleman dengan luas lahan sekitar 1.2 hektar. Lokasinya yang berada di lereng gunung Merapi membuat tempat ini terasa sejuk dengan suhu sekitar 15 hingga 25 derajat celcius.



Daya Tarik Museum

Museum Ullen Sentalu Terdapat dua keunikan yang dimiliki oleh Museum Ullen Sentalu yang tidak bisa kamu dapatkan di tempat lain. Bahkan dua keunikan tersebut sukses membuat museum ini menjadi tempat favorit bagi para pengunjung untuk menghabiskan waktu liburannya.


Koleksi

Ada dua koleksi yang dimiliki oleh Museum Ullen Sentalu. Koleksi tersebut adalah koleksi narasi dan koleksi tetap. Museum ini memiliki koleksi narasi berupa mahakarya lukisan. Koleksi lukisan yang ada di Museum ini dipajang untuk mengapresiasi isi dari lukisan tersebut. Kamu bisa memahami arti dari kumpulan lukisan tersebut dari para pemandu yang menjelaskan tentang makna lukisan tersebut.

Arsitektur

Selain koleksinya yang memang sangat beragam, gaya arsitektur yang dimiliki oleh Museum Ullen Sentalu juga sangat keren dan menawan. Pasalnya, Museum ini mengadopsi arsitektur bergaya perpaduan Jawa dan gotik Eropa abad pertengahan. Kamu bisa melihat indahnya tempat ini yang dihiasi dengan taman serta pahatan di beragam sisi. Maka dari itu, tempat ini menjadi terlihat sangat damai dan mistis dalam waktu yang sama. Tidak hanya itu, suasananya yang dingin karena berada di pegunungan juga sangat pas untuk kamu yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk kota. Tempat yang luas ini bisa kamu jelajahi dan nikmati gaya bangunannya yang khas sekali. Ada juga beberapa patung dan kolam di berbagai sudut museum yang membuatnya tampak sangat indah. Bahkan, ada tumbuhan-tumbuhan merambat yang tumbuh menutupi bagian-bagian gedung di museum ini.

Fasilitas

Terdapat beberapa fasilitas yang bisa kamu gunakan di museum ini. Diantaranya adalah pemandu wisata, toko oleh-oleh, restoran, dan fasilitas dasar seperti toilet. Pemandu wisata yang ada di sini pun sangat interaktif sehingga kamu bisa mendapatkan segala informasi mengenai sejarah dan budaya Jawa dengan lengkap dari mereka. Kamu juga bisa menanyakan hal-hal yang ingin kamu tahu mengenai budaya Jawa pada mereka. Pemandu wisata yang ada di sini sudah termasuk pada harga tiket masuknya, jadi kamu tidak perlu mengeluarkan uang lagi.

Dua jam lamanya kami disana, setelah itu pukul 15.00 kami Kembali ke hotel karna aka nada acara setelah makan malam dihotel nanti. Pukul 16.00 kami tiba dihotel kami langsung disuruh untuk bersih bersih untuk persiapan makan malampada pukul 19.00 – 22.00.





AL AZHAR YOGYAKARTA

 

Pada paginya pukul 07.00 kami sarapan di hotel setelah itu pada pukul 08.00 kami akan mengunjungi SMP AL AZHAR YOGYAKARTA atau SMPIA 26 YOGYAKARTA, pukul 09.00 kami tiba di sana, saat disana kami di jelaskan sejarah tentang SMP AL AZHAR YOGYAKARTA dan diajak berkeliling untuk melihat lihat sekolah disana.



Sejarah SMP Islam Al-Azhar 26 Yogyakarta

 

SMP Islam Al-Azhar 26 Yogyakarta merupakan SMP di bawah naungan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar dengan pengelola Yayasan Asram Foundation Yogyakarta. Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar didirikan pada tanggal 7 April 1952 oleh 14 orang tokoh Islam dan pemuka masyarakat di Jakarta, dengan nama Yayasan Pesantren Islam.

Dr. Syamsuddin, Menteri Sosial RI ketika itu, salah seorang pencetus gagasan pendirian yayasan ini didukung oleh Sjamsuridjal, yang pada waktu itu adalah Walikota Jakarta Raya. Nama pendiri yayasan selengkapnya yaitu: Soedirdjo, Tan In Hok, Gazali Syahlan, H. Sjuaib Sastradiwirja, Abdullah Salim, Rais Chamis, Ganda, Kartapradja, Sardjono, H. Sulaiman Rasjid, Faray Martak, Jacub Rasjid, Hasan Argubie dan Hariri Hady.

YPI ini memperoleh sebidang tanah terletak di daerah Kebayoran yang pada waktu itu merupakan daerah satelit dari Ibukota Jakarta. Di atas tanah itulah pada tahun 1953 mulai dilaksanakan pembangunan sebuah masjid besar dan selesai pada tahun 1958, kemudian dinamakan Masjid Agung Kebayoran. Pada tahun 1961 Mahmoud Syaltout, Grand Syekh Al-Azhar Cairo ketika itu, mengunjungi tanah air sebagai tamu negara dan menyempatkan diri singgah di Masjid Agung Kebayoran. Kedatangan beliau disambut oleh sahabatnya Buya Prof. Dr. Hamka, Imam Masjid Agung 50 Kebayoran, yang dua tahun sebelumnya dianugrahi gelar Doctor Honoris Causa (Ustadziyah Fakhriyah) oleh Universitas Al-Azhar Cairo. Dalam kesempatan itu Syekh Prof. Dr. Mahmoud Syaltout berkenan memberikan nama Al-Azhar untuk masjid tersebut sehingga nama resminya menjadi Masjid Agung Al-Azhar. Kegiatan-kegitan di Masjid Agung Al-Azhar semakin berkembang. seiring berjalannya waktu. Semaraknya kegiatan pembinaan umat dan syiar

Islam di Masjid Agung Al-Azhar saat itu tidak dapat dilepaskan dari peran Prof. Dr. Buya Hamka sebagai Imam Besar di masjid ini. Figur Buya yang ceramahnya senantiasa membawa kesejukan dengan pilihan kalimat yang santun, menarik perhatian umat Islam dari berbagai daerah, terutama melalui acara kuliah subuh yang disiarkan oleh RRI. Di samping membina berbagai aktifitas pengajian, majlis taklim, kursus agama Islam, Prof. Dr. Buya Hamka juga mendorong tumbuh dan berkembangnya sekolah Islam Al-Azhar yang berpusat di kompleks Masjid Agung Al-Azhar. Kegiatan dakwah dan sekolah tersebut, semakin lama semakin mendapat tempat di hati masyarakat dan menambah harum nama Al-Azhar di tengah umat, tidak hanya di Ibukota

Jakarta dan sekitarnya tetapi juga sampai ke berbagai daerah di tanah air.

Prof. Dr. Buya Hamka yang kebetulan bertempat tinggal di Jalan Raden Patah III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terletak bersebelahan dengan Masjid Agung Al-Azhar, selalu memimpin pelaksanaan ibadah seharihari dan pengajian di masjid tersebut sejak pertama kali digunakan pada tahun 1958. Kajian tafsir al-Quran yang merupakan materi kuliah subuh setiap hari di Masjid Agung Al-Azhar dan kemudian dimuat secara bersambung pada majalah Gema Islam sejak tahun 1962, akhirnya diterbitkan dengan nama Tafsir Al-Azhar sebanyak 30 juz lengkap yang mendapat sambutan baik dari masyarakat hingga sekarang.


MALIOBORO

 

Pukul 11.00 kami meninggalkan sekolah SMP AL AZHAR YOGYAKARTA dan pergi itu makan siang di gembira loka.

setelah itu pada pukul 15.00 kami pergi ke malioboro dan tiba di Malioboro pukul 17.00 saat tiba kami membeli oleh oleh serta bermain main mengunjungi objek wisata yang ada disana seperti mall Malioboro, rumah hantu dan lain lainnya dan kamipun makan malam disana.

 

Pada pukul 19.00 kami pergi ke stasiun tugu karna malam itu kami akan kembali pulang ke Bekasi. kami sampai stasiun tugu pukul 20.00,  setelah sampa stasiun kami solat isya dan makan sambil menunggu kereta yang akan kami naiki untuk pulang.

Setelah itu tiba saatnya pada pukul 21.30 kereta pun sudah siap untuk berangkat dan kami pun menaiki dan pergi ke kursi yang telah di sediakan, dan alhamdulillah pada pukul 03.30 kami tiba di stasiun Bekasi kota dan kembali kerumah masing masing untuk istirahat.















































































Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Top 5 game steam

futsal